Banjir Bandang Terjang Desa Sukamaju, Ratusan Warga Mengungsi
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cibitung sejak Minggu malam menyebabkan Sungai Cibereum meluap dan memicu banjir bandang di Desa Sukamaju, Senin pagi (9/6). Derasnya arus sungai menghancurkan jembatan utama yang menjadi satu-satunya akses antar dusun.
Ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter. Sekolah dasar, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya turut terdampak. Aktivitas warga lumpuh total, dan listrik di sejumlah wilayah terpaksa dipadamkan untuk mencegah korsleting.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 325 warga telah mengungsi ke posko darurat yang didirikan di Balai Desa Sukamaju. Para pengungsi, yang mayoritas adalah lansia, anak-anak, dan ibu hamil, sangat membutuhkan bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, pakaian, dan obat-obatan.
"Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Air datang tiba-tiba dan langsung tinggi," ujar Rina (35), salah seorang warga yang rumahnya hanyut terbawa arus.
Evakuasi dilakukan oleh tim SAR, relawan, serta aparat TNI dan Polri sejak pagi hari. Proses penyelamatan sempat terkendala oleh derasnya arus air dan minimnya peralatan. Meski demikian, bantuan logistik mulai berdatangan dari berbagai organisasi kemanusiaan dan pemerintah setempat.
Pemerintah Kabupaten Cibitung telah menetapkan status darurat bencana dan meminta seluruh warga di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada. Cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan.






